Archive for May, 2014

Menanti Booming-nya Layanan Mobile Payment

Monday, May 5th, 2014

Artikel 2

Tren e-commerce tahun 2014 diyakini akan terus meningkat sesuai karakteristik pengguna yang kian matang dan teredukasi. Berdasarkan indeks Custora High-Growth E-Commerce, di tahun 2013 hampir 40% online shopping terjadi melalui perangkat mobile. Menurut pemain di bisnis mobile payment, tren ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan maraknya smartphone dan tablet dengan harga yang relatif terjangkau dan koneksi internet yang terus diperbaiki.

Hingga saat ini pengguna ponsel sudah setara dengan jumlah penduduk yang ada. Dari 250 juta pengguna ponsel, sekitar 60 juta adalah pengguna smartphone. Hal ini sangat mendukung pertumbuhan e-commerce dan mobile payment. Dari segi demand, potensi e-commerce dan mobile payment di Indonesia pun dianggap menjanjikan. Dengan populasi 250 juta, median usia 28,5 tahun, tingkat ekonomi menengah yang tumbuh pesat, dan populasi urban 51% dari total penduduk. Adopsi teknologi digital umumnya dapat berlangsung cepat sehingga ini juga bukan menjadi hambatan yang berarti.

Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu kunci sukses bisnis e-commerce dan mobile payment terletak pada kemudahan layanan pembayaran yang diberikan, karena dengan layanan pembayaran yang mudah akan sangat membantu customer untuk bertransaksi sehingga berdampak pada peningkatan penjualan dari sang pemilik usaha. Untuk menggunakannya, langsung masuk ke menu aplikasi iPaymu Mobile Transaction, masukan username, password dan PIN Anda. Klik menu transaksi dan langsung hadapkan/sorotkan ponsel Anda ke barcode yang dipasang oleh merchant, lalu tekan ikon QRCode di ponsel Anda. Dalam sekejap transaksi pun selesai.

Mobile payment QRCode sebetulnya tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Di ponsel BlackBerry ketika kita mau meng-invite pin teman, selain dengan cara manual biasanya menggunakan barcode yang ada di ponsel tersebut. Transaksi model ini diprediksi akan menjadi tren di era digital karena semua kalangan dapat memanfaatkan smartphone dengan berbagai fungsinya, termasuk melakukan pembelian dan melakukan pembayaran tanpa adanya penambahan perangkat lain, cukup mengunduh aplikasinya di Play Store Android.

Kehadiran e-money adalah sebuah tuntutan di era digital dan pertumbuhannya akan terus merangngsek seiring kebutuhan. Hal ini pun ditegaskan peneliti A.T. Kearney dalam laporan Global Retail E-Commerce Index. Ia mengatakan bahwa tahun 2014 akan menjadi pertumbuhan yang sangat besar bagi e-commerce secara global. Angka yang menakjubkan seperti total penjualan di China dalam satu hari mencapai USD 5,7 miliar setara dengan jumlah penjualan saat Cyber Monday di Amerika Serikat.

 

Advertisements

Prospek Nilai Transaksi Mobile Payment di Masa Depan

Monday, May 5th, 2014

MasterCard PowerPoint Title and Divider Slide Template

Mobile payment memungkinkan berbagai transaksi elektronik seperti transfer, pembayaran tagihan, serta pembelian barang digital maupun nondigital seperti musik, video, ringtone, dan lain-lain dilakukan melalui aplikasi di ponsel. Itulah sebabnya metode pembayaran seperti ini merupakan katalis berkembangnya industri mobile konten dan aplikasi lainnya, karena merupakan sarana utama untuk mendapatkan semua itu. Mobile payment merupakan masa depan berbagai transaksi dunia.

GRAFIK bisnis mobile payment dunia pun terus melesat naik per tahunnya. Meskipun sudah mulai diperkenalkan pada awal 2000, bisnis mobile payment baru berkembang pesat secara global tujuh tahun kemudian. Menurut lembaga riset telematika Sharing Vision, saat ini terdapat 43,1 juta pengguna mobile payment yang dilayani 150 pemain di seluruh dunia, dengan nilai total bisnis mencapai 68,7 miliar dolar.

Prediksi beberapa lembaga riset lainnya juga menunjukan grafik positif dari kenaikan total transaksi dan total pengguna mobile payment. Portio Inc memprediksi akan ada total transaksi 86,6 miliar dolar pada 2011. Generator Research memprediksi total Masa Depan Transaksi di Dunia kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika akan naik 2,1 persen, sedangkan di kawasan Amerika Utara naik 1,1 persen pada akhir 2010.

Dalam dunia mobile payment setidaknya ada tiga model layanan yang dikenal, yaitu SMS premium/USSD, Mobile Web Payment (WAP), Contactless NFC (Near Field Communication). Masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan. SMS premium dan USSD (Unstructured Supplementary Service Data) misalnya. Dalam model ini ponsel dijadikan mobile wallet dengan men-top-up sejumlah uang dan pengguna dapat melakukan pembayaran jumlah kecil (micropayment) di merchant tertentu dengan mengirimkan SMS atau menggunakan fasilitas USSD ke operator kemudian akan dikonfirmasi. Transaksi dengan jenis ini rentan gagal jika sinyal hilang, biaya yang cukup mahal untuk permintaan transaksi, dan cenderung lama dalam menunggu konfirmasi transaksi dari operator.

Sedangkan model Mobile Web Payment (WAP) lebih sering digunakan untuk membeli barang digital di situs e-commerce. Cara pembayaran model ini dibagi tiga, yaitu Direct Mobile Billing (pengguna hanya cukup memasukan PIN dan password sekali pakai untuk membayar dari pulsa), credit card (pengguna harus memasukan nomor kartu kredit), dan online wallet (pengguna mempunyai account tersendiri dan dapat mengelola belanja online mereka dengan top-up terlebih dahulu). Cara direct mobile billing populer di Asia, sedangkan cara online wallet marak di Amerika Utara dengan hadirnya PayPal, Amazon Payment, serta Google Checkout.

 

T-Cash dan Dompetku Bersiap Melenggang di Elevenia

Monday, May 5th, 2014

dompetku

Dua produk uang elektronik (e-money) milik operator besar tengah bersiap melenggang di portal Elevenia milik XL dan SK Planet. Dua produk e-money itu adalah T-Cash dari Telkomsel dan Dompetku milik Indosat. “Sekarang sedang negosiasi dengan kedua operator itu, kita memang ingin memudahkan semua pembeli dan penjual elevenia melalui sumber pembayaran yang variatif,” ungkap Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi kepada IndoTelko, kemarin.

Presiden Director & CEO Indosat Alexander Rusli mengakui tengah ada diskusi di lapangan terkait rencana Dompetku melenggang ke Elevenia. “Sepertinya bisa realisasi secepatnya. Ini tinggal negosiasi masalah teknis saja,” katanya. Dikatakan Alex, Indosat berkepentingan untuk memperluas ekosistem dari Dompetku dengan bisa diterima dimana saja. “Kami memiliki pengguna e-money dari Dompetku sekitar satu juta nomor, tetapi pengguna aktif minim sekali, baru  dikisaran 200 ribu nomor. Kita maunya pengguna aktif itu digenjot,” katanya.

Vice President Digital Service Delivery XL Yessie D. Yosetya mengaku senang jika T-Cash dan Dompetku akhirnya masuk ke elevenia. “Kami sebagai pemilik XL Tunai tak masalah. Di Elevenia itu e-money milik operator baru XL Tunai, kalau ada T-Cash dan Dompetku menjadikan ada pilihan bagi penjual-pembeli di elevenia,” katanya. Ditambahkannya, bagi XL nantinya masuknya dua pemain besar di Elevenia akan menjadikan pembanding untuk layanan yang diberikan selama ini ke pelanggan.

“Kalau misalnya nanti justru produk T-Cash yang banyak digunakan ketimbang Xl Tunai, kami menjadi terlecut. Kita ini kurangnya apa, itu gunanya kompetisi. Inilah salah satu alasan Elevenia itu dijadikan mandiri,” jelasnya. Sekadar diketahui, Elevenia sekarang telah memiliki  8 ribu merchany pasca sebulan beroperasi naik 14,2% dari 7 ribu merchant kala dikomersialkan awal Maret lalu.

Elevenia dimiliki oleh XL Planet. Perusahaan patungan  ini disiapkan  investasi awal sekitar US$ 36,6 juta untuk membangun portal ini sekitar 1,5 tahun lalu. Komposisi saham dari XL dan SK Planet adalah  50:50. Saat ini ada sekitar 700 ribu produk yang ditawarkan di Elevenia atau naik 40% dibandingkan awal Maret lalu yang sekitar 500 ribu produk. Di Elevenia, alat pembayaran dari perbankan yang banyak bermain seperti BCA, Mandiri, Visa, MasterCard, BNI, BRI, CIMB Niaga, JCB, dan Danamon. Sementara uang elektronik milik operator hanya ada XL Tunai yang saat ini baru memiliki sekitar 500 ribu pengguna.

Bandingkan dengan T-Cash yang mengklaim memiliki 15 juta pengguna terdaftar dan telah bekerjasama dengan 700 merchant menyediakan sekitar 40 ribu titik di berbagai penjuru Indonesia sebagai terminal transaksi T-Cash. T-Cash dalam pipeline-nya memang ingin menggandeng sejumlah e-commerce guna melebarkan pangsa pasar dimana targetnya hingga akhir tahun ini akan ada sekitar 100 toko online yang mengaplikasikan uang digital ini.

Sumber: Google

“E-Commerce” Ditertibkan, Belanja Online Kena Pajak

Monday, May 5th, 2014

Situs Belanja Online

Menteri Perdagangan, segera menerbitkan aturan jual-beli berbasis online alias e-commerce sehingga setiap transaksi online, nantinya akan dikenakan pajak. Saat ini e-commerce baru diatur dalam Undang-Undang Perdagangan. UU tersebut hanya memuat aturan bisnisnya, belum menyentuh hal-hal yang lebih detail.

Ke depannya pemerintah sudah menyiapkan berbagai Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen). “Di dalam UU Perdagangan sudah diatur Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri, targetnya segera diselesaikan,” kata Lutfi. Seperti diketahui, e-commerce memiliki potensi yang sangat besar. Transaksinya mencapai lebih dari Rp 100 triliun per tahun. Pertumbuhanya 300 persen lebih cepat dari jual-beli konvensional. Untuk itu kegiatannya perlu diatur secara ketat. Kepentingan konsumen harus dilindungi, barang yang dijual harus dijaga kualitasnya.

Pemerintah juga melihat potensi yang besar dari e-commerce ini bisa dijadikan pos penerimaan baru bagi pajak. Untuk diketahui, mayoritas transaksi e-commerce tidak tersentuh pajak. Bagaimana mekanisme pemungutan pajak dan berapa besar pajak yang bakal dikenakan untuk transaksi jual-beli online? Apakah aturan pengenaan pajak juga berlaku kepada penggunaan transaksi online retail yang menggunakan blog sebagai media bisnis? Menyangkut hal tersebut Mendag belum menjelaskan lebih lanjut.

Gunadi, Guru Besar Perpajakan FISIP Universitas Indonesia (FISIP UI), menilai penarikan pajak e-commerce sulit untuk dilakukan. Pasalnya, binsis online tersebut melekat pada sistem pembayaran yang melibatkan perbankan.

 

Sumber: http://www.nefosnews.com/

Apple Patenkan Teknologi “Mobile Payment”

Monday, May 5th, 2014

Artikel 7

Di masa depan, alat pembayaran akan dibuat semakin mudah. Uang dalam bentuk fisik akan makin ditinggalkan, digantikan dengan sistem pembayaran mobile. Untuk mengantisipasi makin berkembangnya tren tersebut, Apple baru-baru ini mematenkan teknologi terkait mobile payment yang implementasinya bisa lebih canggih dari yang kita bayangkan selama ini.

Dilasnir dari situs Apple Insider, paten yang didaftarkan Apple ini jauh melebihi teknologi mobile payment yang diperkenalkan sebelumnya, Passbook dan iBeacon. Kantor hak paten dan merek dagang AS mendeskripsikan paten Apple memiliki metode mengirimkan data pembayaran melalui beragam perantara udara tanpa memengaruhi data pengguna.

Berbeda dengan paten-paten Apple sebelumnya menyangkut cara pembayaran masa depan yang hanya fokus pada cara penggunaannya, paten Apple kali ini fokus pada infrastruktur backend. Menurut dokumen yang diserahkan Apple, teknologi ini tetap menggunakan modul Near Field Communications (NFC) atau teknologi sejenisnya. Protokol nirkabel lain juga bisa digunakan, seperti Bluetooth atau iBeacon yang dikembangkan Apple sendiri.

Metode yang digunakan teknologi yang dipatenkan Apple ini disebut masih membutuhkan sentuhan antar-gadget (misalnya iPhone) dengan modul pembayaran. Dua komunikasi wireless juga dibutuhkan. Pertama untuk mengirim sinyal dari iPhone ke modul pembayaran terdekat untuk melakukan pembayaran, dan kedua antarmuka wireless yang digunakan untuk mengomunikasikan data dari terminal point-of-sale ke backend proses pembayaran online.

Banyak paten mobile payment yang telah didaftarkan Apple, namun yang satu ini disebut perusahaan sebagai yang paling komplit untuk melakukan transaksi nyata. Seperti paten lainnya, belum jelas kapan teknologi tersebut diintegrasikan di perangkat-perangkat Apple.

Pengenalan Wajah, Sistem Pembayaran di Masa Depan

Monday, May 5th, 2014

 

Artikel 5

Finlandia – Di masa depan, jika Anda ingin belanja, mungkin tidak lagi diperlukan uang, kartu kredit, atau smartphone. Karena nantinya deteksi wajah pun bisa jadi cara dari sistem pembayaran.

Ilmuwan di Finlandia di tengah mengembangkan sistem pembayaran hanya dengan menggunakan fitur pengenalan wajah, demikian diwartakan Mashable.

Sebuah perusahaan asal Finlandia bernama Uniqul mendaftarkan paten dan mengujicoba sistem pembayaran, yang memungkinkan pengguna membayar segala tagihan melalui fitur pengenalan wajah.

Pihak Uniqul mengatakan bahwa data pelanggan mereka dilindungi oleh enkripsi ‘tingkat militer’.

Uniqul hadir dalam beberapa struktur pembayaran, dan memungkinkan pengguna untuk membayar dengan menggunakan PayPal atau kartu kredit biasa.

Layanan ini rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat di ibukota Finlandia, Helsinki.

 

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mengenal Lebih Dekat, Apa itu Sistem Point Of Sales (POS)

Monday, May 5th, 2014

Artikel 6

Dalam dunia bisnis, Point Of Sales (POS) merujuk dalam pengertian tempat kasir (check-out counter) dengan mesin kasir (Cash Register). Sesuai dengan namanya, POS merupakan titik penjualan (Check-out) tempat di mana transaksi selesai. Ini adalah titik di mana pelanggan melakukan pembayaran dalam pertukaran barang atau jasa. Pada Point Of Sales penjual akan menghitung seluruh jumlah harga yang dibeli konsumen dan memberikan pilihan bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran serta akan mengeluarkan tanda terima untuk transaksi pembelian.

Dalam perkembangannya, POS dapat dibuat sebagai suatu sistem dengan menggunakan sebuah jaringan komputer yang dioperasikan oleh komputer utama dan dihubungkan dengan beberapa terminal checkout POS. Istilah ini dikenal dengan nama Sistem Point Of Sales (POS). Pada dasarnya, sistem POS adalah cara all-in-one untuk melacak arus kas bisnis Anda. Sistem Point Of Sales (POS) memerlukan sebuah aplikasi atau software agar sistem tersebut berjalan sempurna untuk menjalankan proses transaksi dengan cepat dan sistematis yang berorientasi meningkatkan market interest dan pelayanan terhadap konsumen.

Keuntungan dengan menggunakan sistem POS:
– Anda dapat menganalisis data penjualan, mencari tahu seberapa baik semua item yang dijual untuk menyesuaikan order pembelian selanjutnya.
– Anda dapat mempertahankan rekapitulasi penjualan untuk membantu menyesuaikan keputusan order pembelian untuk tren pembelian konsumen musiman.
– Anda dapat meningkatkan akurasi harga dengan mengintegrasikan bar-code scanner dan kemampuan otorisasi kartu kredit dengan sistem POS.

Saat ini sistem Point Of Sales (POS) bisa memanfaatkan jaringan internet dengan adanya cloud computing, namun harus menggunakan aplikasi yang sesuai seperti Software Point of Sales Online. Dengan menyewa server komputer di internet, memungkinkan data-data tersebut dapat diakses kapan dan di mana saja selama ada koneksi internet. Lebih praktis dan mudah bagi pebisnis yang sering mobile atau memiliki banyak cabang usaha di tempat lain.

Ketahui Tujuh Metode Pembayaran Bisnis Secara Online

Monday, May 5th, 2014

???????????????????

Ketika kita menjalankan bisnis secara online, kita membutuhkan metode pembayaran untuk memproses pemindahan uang dari pembeli ke penjual. Pada bisnis secara offline, kita bisa melakukan pemindahan uang secara langsung atau transfer antar bank. Berbeda bisnis secara online yang tidak dilakukan secara langsung (tatap muka) namun menggunakan media perantara, misalnya Internet.

Alur pembelian -> Pembeli memilih barang atau jasa yang ditawarkan melalui website kemudian membayar, hingga pada akhirnya menerima barang atau jasa yang telah ia bayarkan. Metode pembayaran secara online ini diperlukan untuk mempermudah proses pembayaran pada transaksi. Berikut beberapa metode pembayaran bisnis online:

PAYPAL
PayPal merupakan alat pembayaran online yang populer bagi para pelaku bisnis online. PayPal dipercaya secara meluas hampir di seluruh dunia. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya merchant yang menggunakan PayPal untuk proses pembayaran secara online. Semua orang dapat memiliki akun PayPal secara gratis. PayPal hanya menggunakan email sebagai identitas atau yang lebih dikenal sebagai PayPal ID.

REKENING BANK LOKAL
Penggunaan rekening bank lokal sangat mudah. Metode ini sangat cocok bagi yang berkonsentrasi di pasar lokal Indonesia. Proses pembayaran dengan menggunakan rekening bank lokal hanya perlu menginformasikan rekening bank kepada pembeli, sehingga pembeli cukup melakukan transfer sejumlah uang yang telah disepakati dan kita  mengirimkan barang atau jasa yang telah dibayar

KARTU KREDIT
Kartu kredit sangat populer untuk membeli barang atau jasa secara online. Salah satu kelemahannya adalah rawan terjadinya pembobolan karena kita membagikan informasi kartu kredit ke semua merchant yang kita kunjungi.

LIBERTY RESERVE
Kelebihan menggunakan Liberty Reserve adalah praktis dan cepat. Setelah melakukan transaksi, Anda langsung mendapat produk yang Anda beli tanpa adanya delay. Kantornya berpusat di Torre Fuentes del Obilisco 2 do Piso, Codigo Postal 1265 Escazu, Costa Rica, central America yang pada tahun 2006 diakuisisi oleh Amed Mekovar, seorang ahli ekonomi yang telah berpengalaman 12 tahun di perbankan.

CEK
Pembayaran dengan cek umumnya dilakukan oleh jaringan affiliasi untuk membayar para anggotanya, misalnya Google AdSense, Adbrite, ClickBank, dll. Cek dikirim langsung ke alamat anggota dan dicairkan di bank lokal. Salah satu kelemahan metode cek adalah proses pencairan yang lama (30 hari) dan biaya yang besar (US$10 – US$30).

ALERTPAY
Walaupun tidak sepopuler PayPal, AlertPay juga sering digunakan sebagai alat pembayaran secara online.

Itulah beberapa metode pembayaran bisnis online di internet. Silakan menggunakannya sesuai dengan kebutuhanmu 🙂